Home / PUISI

Senin, 30 Agustus 2021 - 14:13 WIB

Mengapa Dan Untuk Siapa

Foto: Canva

Foto: Canva

Aku menari-nari di atas bangkai negeriku
Yang Melintang suburlan indah di ujung kemiskinan
Bau harum semerbak melati lambang kesucian
Yang aku hirup manya bau bangkai kemerosotan

Aku menjadi orang gila mencaci-maki
Di jalan-jalan yang membentang dinding tinggi berpenjaga
Yang asik di dalamya melahap daging-daging mentah

Aku di pasung dalam sebuah derita negeriku
Ketika aku berkata hanya ada anjing dan badi di dalam singgasana

Seperti halnya pendusta agama
Yang berdalil untuk kepentingan hasratnya
Sehingga orang panatik bodoh mengikutinya

Aku ingin berteriak di depan anjing dan babi disinggasana
Bangsa di bangun dari tiang suci
Yang hanya ingin terdegar kata kebebasan
Bangsa di sirami oleh darah-darah yang menyuburkan tanah ini

Negeri ini terbang tinggi karena masi ada rasa ingat terhadap tiang suci
Sebuah negeri yang dasarnya tiang suci untuk kata kebebasan

Share :

Baca Juga

Puisi Jalaluddin Rumi Rintihan Tawanan Dunia

PUISI

Puisi Jalaluddin Rumi Rintihan Tawanan Dunia
Memenuhi Panggila NYA

PUISI

Memenuhi Panggila NYA
Menatap Masa Depan

PUISI

Menatap Masa Depan
Memilih Untuk Tidak Memilih

PUISI

Memilih Untuk Tidak Memilih
Malam Yang Menggerutu Hemm

PUISI

Malam Yang Menggerutu Hemm
Puisi Wiji Thukul Tanah

PUISI

Puisi Wiji Thukul Tanah
Pagi

PUISI

Pagi Mempunyai Ceritanya Sendiri
Manusia Bertangan Tuhan

PUISI

Manusia Bertangan Tuhan