Home / PUISI

Senin, 31 Januari 2022 - 03:12 WIB

Puisi Jalaluddin Rumi Rintihan Tawanan Dunia

Gambar Ilustrasi. By: Canva

Gambar Ilustrasi. By: Canva

Rintihan Tawanan Dunia

Mesti berapa lama lagi, kudapati diriku terantai dalam penjara ini, terantai ke dunia ini.

Telah tiba saatnya kuraih kesejatian hidup; dan aku bergerak, berderap, menuju ke kemurnian.

Jika aku bisa tersucikan, dan terbersihkan dari kotoran, seterusnya tiada yang kucari kecuali Dia semata.

Ketika aku diciptakan, telah disediakan untukku semesta dan istana; [1] sungguh aku ingkar jika kuterima jabatan hanya sebagai seorang penjaga pintu. [2]

Jika ku berhasil mengubah sikap seperti penjaga pintu ini, jika ku berhasil mengembalikan akalku kepada kesejatiaannya, bahagia kan datang menggantikan kesedihanku.

Wahai qalb: mengingat ini tentang kita berdua semata, tentang warta yang datang padamu di tengah malam: akan kuikuti pesan itu, sebagaimana yang kau pahami.

Jika nanti sayapku telah kembali tumbuh menggantikan , semua halangan kan kulewati: kembali ku akan mengangkasa, kutembus ruang dan waktu.

Catatan: [1] Apa-apa yang disediakan bagi insan bertakwa. [2] Penjaga pintu, maksudnya, ahli dunia, terpenjara ke dunia ini; tak paham dari mana asalnya hal-hal yang ditemuinya di dunia ini, dan lalu kemana mereka pergi setelah meninggalkannya.

Oleh: Jalaluddin Rumi

Share :

Baca Juga

Yang Berlabu Seakan Tiada Arti

PUISI

Yang Berlabu Seakan Tiada Arti
Puisi Wiji Thukul Suara dari Rumah-Rumah Miring

PUISI

Puisi Wiji Thukul Suara dari Rumah-Rumah Miring
Mati

PUISI

Pengatar Rasa Diujung Kematian
Rasa

PUISI

Terimakasi Sebuah Rasa
Pergi Kemana Engkau

PUISI

Pergi Kemana Engkau
Mengapa Dan Untuk Siapa

PUISI

Mengapa Dan Untuk Siapa
Hanya Sebatas Waktu Kehidupan

PUISI

Hanya Sebatas Waktu Kehidupan
Malam

PUISI

Sajak Kata Yang Terpisah Oleh Waktu