Home / PUISI

Senin, 12 Desember 2022 - 21:00 WIB

Puisi Kahlil Gibran Pandangan Pertama

Gambar merupakan Ilustrasi yang diambil dari Canva.com.

Gambar merupakan Ilustrasi yang diambil dari Canva.com.

Pandangan Pertama

Itulah saat yang memisahkan aroma kehidupan dari kesadarannya.
Itulah percikan api pertama yang menyalakan wilayah-wilayah jiwa.
Itulah nada magis pertama yang dipetik dari dawai-dawai perak hati manusia.
Itulah saat sekilas yang menyampaikan pada telinga jiwa tentang risalah hari-hari
yang telah berlalu dan mengungkapkan karya kesadaran yang dilakukan
malam, menjadikan mata jernih melihat kenikmatan di dunia dan menjadikan
misteri-misteri keabadian di dunia ini hadir.
Itulah benih yang ditaburan oleh Ishtar, dewi cinta, dari suatu tempat yang tinggi.
Mata mereka menaburkan benih di dalam ladang hati, perasaan
memeliharanya, dan jiwa membawanya kepada buah-buahan.
Pandangan pertama kekasih adalah seperti roh yang bergerak di permukaan
air mengalir menuju syurga dan bumi.
Pandangan pertama dari sahabat
kehidupan menggemakan kata-kata Tuhan, Jadilah, maka terjadilah ia
Media Pena Pencerah
Cuma di PT. Media Pena Pencerah yang bisa kasih terbit buku gratis tanpa ada syarat dan ketentuannya. Oleh karena itu, tunggu apa lagi terbitkan karyamu.

Share :

Baca Juga

Kamu Nyata Atau Tidak Untuk Ku

PUISI

Kamu Nyata Atau Tidak Untuk Ku
Beda

PUISI

Mungkin Saja Karana Kita Tak Sama
Mengintip Cerita Dunia

PUISI

Mengintip Cerita Dunia
Puisi Jalaluddin Rumi Nalar Coba Menguliahi

PUISI

Puisi Jalaluddin Rumi Nalar Coba Menguliahi
Carita

PUISI

Carita
Terbuai Indah Bibir Mu

PUISI

Terbuai Indah Bibir Mu
Sebenarya Siapa

PUISI

Sebenarya Siapa
Puisi wiji Thukul Jalan Slamet Riyadi Solo

PUISI

Puisi wiji Thukul Jalan Slamet Riyadi Solo