Home / PUISI

Kamis, 3 Februari 2022 - 04:04 WIB

Puisi Wiji Thukul Suara dari Rumah-Rumah Miring

Gambar Ilustrasi. By: Canva

Gambar Ilustrasi. By: Canva

Suara dari Rumah-Rumah Miring

Di sini kamu bisa menikmati cicit tikus

Di dalam rumah miring ini

Kami mencium selokan dan sampan

Bagi kami setiap hari adalah kebisingan

Di sini kami berdesak-desakan dan berkeringat

Bersama tumpukan gombal-gombal

Dan piring-piring

Di sini kami bersetubuh dan melahirkan

Anak-anak kami


Di dalam rumah miring ini

Kami melihat matahari menyelinap

Dari atap ke atap

Meloncati selokan

Seperti pencuri


Radio dari segenap penjuru

Tak henti-hentinya membujuk kami

Merampas waktu kami dengan tawaran-tawaran

Sandiwara obat-obatan

Dan berita-berita yang meragukan

Kami bermimpi punya rumah untuk anak-anak

Tapi bersama hari-hari pengap yang menggelinding

Kami harus angkat kaki

Karena kami adalah gelandangan

Oleh: Wiji Thukul, Solo, Oktober 87

Share :

Baca Juga

Hanya Sebatas Waktu Kehidupan

PUISI

Hanya Sebatas Waktu Kehidupan
Puisi Wiji Thukul Pulanglah Nang

PUISI

Puisi Wiji Thukul Pulanglah Nang
Puisi WS Rendra Surat Cinta

PUISI

Puisi WS Rendra Surat Cinta
Sang Pemberi Peringatan

PUISI

Sang Pemberi Peringatan
Terbuai Indah Bibir Mu

PUISI

Terbuai Indah Bibir Mu
Puisi Sufi Syair Harapan Cinta.

PUISI

Puisi Sufi Syair Harapan Cinta
Dia Mungkin Membawa Luka

PUISI

Dia Mungkin Membawa Luka
Yang Dibilang Kotor

PUISI

Yang Dibilang Kotor