Home / PUISI

Jumat, 11 Februari 2022 - 14:53 WIB

Puisi wiji Thukul Suti

Gambar Ilustrasi. By: Canva

Gambar Ilustrasi. By: Canva

Suti

Suti tidak kerja lagi
Pucat ia duduk dekat amben-nya

Suti di rumah saja
Tidak ke pabrik tidak ke mana-mana
Suti tidak ke rumah sakit
Batuknya memburu
Dahaknya berdarah
Tak ada biaya

Suti kusut-masai
Di benaknya menggelegar suara mesin
Kuyu matanya membayangkan
Buruh-buruh yang berangkat pagi
Pulang petang
Hidup pas-pasan
Gaji kurang
Dicekik kebutuhan

Suti meraba wajahnya sendiri
Tubuhnya makin susut saja
Makin kurus menonjol tulang pipinya
Loyo tenaganya
Bertahun-tahun dihisap kerja



Ia ingat kawannya
Sri yang mati
Karena rusak paru-parunya
Suti meludah
Dan lagi-lagi darah

Suti memejamkan mata
Suara mesin kembali menggemuruh
Bayangan kawannya bermunculan
Suti menggelengkan kepala
Tahu mereka dibayar murah

Suti meludah
Dan lagi-lagi darah

Suti merenungi resep dokter
Tak ada uang
Tak ada obat

Oleh: wiji Thukul. Solo, 27 februari 88

Share :

Baca Juga

Tuhan Merenung

PUISI

Tuhan Merenung
Puisi Wiji Thukul Puisi Untuk Adik

PUISI

Puisi Wiji Thukul Puisi Untuk Adik
Malam Yang Menggerutu Hemm

PUISI

Malam Yang Menggerutu Hemm
Hanya Ingin Bertanya Cinta Ku.

PUISI

Hanya Ingin Bertanya Cinta Ku
Rasa Kala Malam

PUISI

Rasa Kala Malam
Sayap Yang Engkau Tinggalkan

PUISI

Sayap Yang Engkau Tinggalkan
Puisi wiji Thukul Aku Lebih Suka Dagelan

PUISI

Puisi wiji Thukul Aku Lebih Suka Dagelan
Gundah Mahagulandah Di Ujung Waktu

PUISI

Gundah Mahagulandah Di Ujung Waktu