Home / PUISI

Sabtu, 10 Desember 2022 - 00:49 WIB

Puisi WS Rendra Sajak Pertemuan Mahasiswa

Gambar merupakan Ilustrasi yang diambil dari Canva.com.

Gambar merupakan Ilustrasi yang diambil dari Canva.com.

Sajak Pertemuan Mahasiswa

matahari terbit pagi ini
mencium bau kencing orok di kaki langit
melihat kali coklat menjalar ke lautan
dan mendengar dengung di dalam hutan
lalu kini ia dua penggalah tingginya
dan ia menjadi saksi kita berkumpul disini
memeriksa keadaan
kita bertanya :
kenapa maksud baik tidak selalu berguna
kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga
orang berkata : kami ada maksud baik
dan kita bertanya : maksud baik untuk siapa ?
ya !
ada yang jaya, ada yang terhina
ada yang bersenjata, ada yang terluka
ada yang duduk, ada yang diduduki
ada yang berlimpah, ada yang terkuras
dan kita disini bertanya :
maksud baik saudara untuk siapa ?
saudara berdiri di pihak yang mana ?
kenapa maksud baik dilakukan
tetapi makin banyak petani kehilangan tanahnya
tanah tanah di gunung telah dimiliki orang orang kota
perkebunan yang luas
hanya menguntungkan segolongan kecil saja
alat alat kemajuan yang diimpor
tidak cocok untuk petani yang sempit tanahnya
tentu, kita bertanya :
lantas maksud baik saudara untuk siapa ?
sekarang matahari semakin tinggi
lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala
dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya :
kita ini dididik untuk memihak yang mana ?
ilmu ilmu diajarkan disini
akan menjadi alat pembebasan
ataukah alat penindasan ?
sebentar lagi matahari akan tenggelam
malam akan tiba
cicak cicak berbunyi di tembok
dan rembulan berlayar
tetapi pertanyaan kita tidak akan mereda
akan hidup di dalam mimpi
akan tumbuh di kebon belakang
dan esok hari
matahari akan terbit kembali
sementara hari baru menjelma
pertanyaan pertanyaan kita menjadi hutan
atau masuk ke sungai
menjadi ombak di samodra
di bawah matahari ini kita bertanya :
ada yang menangis, ada yang mendera
ada yang habis, ada yang mengikis
dan maksud baik kita
berdiri di pihak yang mana !

Jakarta, 1 desember 1977

Jaenalisme
Dapatkan segera, hanya dengan klik gambar di atas!

Share :

Baca Juga

Gundah Mahagulandah Di Ujung Waktu

PUISI

Gundah Mahagulandah Di Ujung Waktu
Angin Yang Mengetuk Jendela Kamar

PUISI

Angin Yang Mengetuk Jendela Kamar
Puisi Jalaluddin Rumi Menanam Jewawut Berharap Gandum

PUISI

Puisi Jalaluddin Rumi Menanam Jewawut Berharap Gandum
Kita Perna Saling Dekat Dan Menjauh

PUISI

Kita Perna Saling Dekat Dan Menjauh
Puisi Chairil Anwar Krawang-Bekasi

PUISI

Puisi Chairil Anwar Krawang-Bekasi
Puisi Chairil Anwar Sendiri

PUISI

Puisi Chairil Anwar Sendiri
Terang Gelap Dalam Kehampaan

PUISI

Terang Gelap Dalam Kehampaan
Cantik

PUISI

Tentang Mu Yang Mungkin Ku Tahu