Home / PUISI

Kamis, 1 Desember 2022 - 22:10 WIB

Puisi WS Rendra Sajak Sajak Cinta

Gambar Ilustrasi, dari Canva.com

Gambar Ilustrasi, dari Canva.com

Sajak Sajak Cinta

Setiap ruang yang tertutup akan retak
karena mengandung waktu yang selalu mengimbangi
Dan akhirnya akan meledak
bila tenaga waktu terus terhadang

Cintaku kepadamu Juwitaku
Ikhlas dan sebenarnya
Ia terjadi sendiri, aku tak tahu kenapa
Aku sekedar menyadari bahwa ternyata ia ada

Cintaku kepadamu Juwitaku
Kemudian meruang dan mewaktu
dalam hidupku yang sekedar insan

Ruang cinta aku berdayakan
tapi waktunya lepas dari jangkauan
Sekarang aku menyadari
usia cinta lebih panjang dari usia percintaan
Khazanah budaya percintaan­
pacaran, perpisahan, perkawinan
tak bisa merumuskan tenaga waktu dari cinta

Dan kini syairku ini
Apakah mungkin merumuskan cintaku kepadamu

Syair bermula dari kata,
dan kata-kata dalam syair juga meruang dan mewaktu
lepas dari kamus, lepas dari sejarah,
lepas dari daya korupsi manusia
Demikianlah maka syairku ini
berani mewakili cintaku kepadamu

Juwitaku
belum pernah aku puas menciumi kamu
Kamu bagaikan buku yang tak pernah tamat aku baca
Kamu adalah lumut di dalam tempurung kepalaku
Kamu tidak sempurna, gampang sakit perut,
gampang sakit kepala dan temperamenmu sering tinggi
Kamu sulit menghadapi diri sendiri
Dan dibalik keanggunan dan keluwesanmu
kamu takut kepada dunia

Juwitaku
Lepas dari kotak-kotak analisa
cintaku kepadamu ternyata ada
Kamu tidak molek, tetapi cantik dan juwita
Jelas tidak immaculata, tetapi menjadi mitos
di dalam kalbuku

Sampai disini aku akhiri renungan cintaku kepadamu
Kalau dituruti toh tak akan ada akhirnya
Dengan ikhlas aku persembahkan kepadamu :

Cintaku kepadamu telah mewaktu
Syair ini juga akan mewaktu
Yang jelas usianya akan lebih panjang
dari usiaku dan usiamu

Share :

Baca Juga

Puisi Chairil Anwar Lagu Biasa

PUISI

Puisi Chairil Anwar Lagu Biasa
Puisi Jalaluddin Rumi Cinta

PUISI

Puisi Jalaluddin Rumi Cinta
Gembok Jalang

PUISI

Gembok Jalang
Puisi wiji Thukul Merontokkan Pidato

PUISI

Puisi wiji Thukul Merontokkan Pidato
Hanya Sebatas Waktu Kehidupan

PUISI

Hanya Sebatas Waktu Kehidupan
Sayap Yang Engkau Tinggalkan

PUISI

Sayap Yang Engkau Tinggalkan
Manusia Bertangan Tuhan

PUISI

Manusia Bertangan Tuhan
Puisi Jalaluddin Rumi Nalar Coba Menguliahi

PUISI

Puisi Jalaluddin Rumi Nalar Coba Menguliahi