Home / PUISI

Sabtu, 3 Desember 2022 - 16:35 WIB

Puisi WS Rendra Sajak Sebatang Lisong

Gambar Ilustrasi, dari Canva.com

Gambar Ilustrasi, dari Canva.com

Sajak Sebatang Lisong

menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya
mendengar 130 juta rakyat
dan di langit
dua tiga cukung mengangkang
berak di atas kepala mereka

matahari terbit
fajar tiba
dan aku melihat delapan juta kanak  kanak
tanpa pendidikan

aku bertanya
tetapi pertanyaan  pertanyaanku
membentur meja kekuasaan yang macet
dan papantulis  papantulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan

delapan juta kanak  kanak
menghadapi satu jalan panjang
tanpa pilihan
tanpa pepohonan
tanpa dangau persinggahan
tanpa ada bayangan ujungnya

menghisap udara
yang disemprot deodorant
aku melihat sarjana  sarjana menganggur
berpeluh di jalan raya
aku melihat wanita bunting
antri uang pensiunan

dan di langit
para teknokrat berkata :

bahwa bangsa kita adalah malas
bahwa bangsa mesti dibangun
mesti di up-grade
disesuaikan dengan teknologi yang diimpor

gunung  gunung menjulang
langit pesta warna di dalam senjakala
dan aku melihat
protes  protes yang terpendam
terhimpit di bawah tilam

aku bertanya
tetapi pertanyaanku
membentur jidat penyair  penyair salon
yang bersajak tentang anggur dan rembulan
sementara ketidak adilan terjadi disampingnya
dan delapan juta kanak  kanak tanpa pendidikan
termangu  mangu di kaki dewi kesenian

bunga  bunga bangsa tahun depan
berkunang  kunang pandang matanya
di bawah iklan berlampu neon
berjuta  juta harapan ibu dan bapak
menjadi gemalau suara yang kacau
menjadi karang di bawah muka samodra
­­­­­­­­­­­
kita mesti berhenti membeli rumus  rumus asing
diktat  diktat hanya boleh memberi metode
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan
kita mesti keluar ke jalan raya
keluar ke desa  desa
mencatat sendiri semua gejala
dan menghayati persoalan yang nyata

inilah sajakku
pamplet masa darurat
apakah artinya kesenian
bila terpisah dari derita lingkungan
apakah artinya berpikir
bila terpisah dari masalah kehidupan

ITB Bandung 19 agustus 1978

Share :

Baca Juga

Bukan Tak Mau Bertanya

PUISI

Bukan Tak Mau Bertanya
21 Malam Perayaan

PUISI

21 Malam Perayaan
Puisi wiji Thukul Sajak Kepada Bung Dadi

PUISI

Puisi wiji Thukul Sajak Kepada Bung Dadi
Kata Yang Membuat Sebuah Goresan

PUISI

Kata Yang Membuat Sebuah Goresan
Puisi Chairil Anwar Krawang-Bekasi

PUISI

Puisi Chairil Anwar Krawang-Bekasi
Mengagumi Tanpa Memliki Semestinya.

PUISI

Mengagumi Tanpa Memliki Semestinya
Yang Berlabu Seakan Tiada Arti

PUISI

Yang Berlabu Seakan Tiada Arti
Harap Cemas 9 Juni

PUISI

Harap Cemas 9 Juni